PODCAST SEBAGAI MEDIA BARU BAGI KAUM MILLENIAL UNTUK MENGUNGKAPKAN PERASAAN MEREKA.


 



Di era digital seperti sekarang ini, sangat memungkinkan bagi siapapun untuk memiliki telepon pintar yang dapat melakukan aktivitas apa saja. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini sangat banyak memudahkan manusia. Bahkan dengan telepon pintar ini semua kegiatan yang kita lakukan bisa kita abadikan dengan video yang kemudian bisa kita unggah ke media sosial. Tapi, akhir akhir ini bukan hanya video saja. Fitur lain yang ditawarkan oleh aplikasi bawaan dari telepon pintarnya, bukan kamera melainkan audio record. Audio record yang hanya bisa merekam suara saja kini bisa menjadi sebuah konten yang menarik dan lagi banyak di gandrungi oleh para millenial. Podcast, Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain. Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang sama, seperti audio atau video, sehingga pelanggan selalu bisa menikmati program tersebut dengan cara yang sama. Sebagian podcast, seperti kursus bahasa meliputi beberapa format file, seperti video dan dokumen agar pengajaran berjalan lebih efektif. Bagi pendengar podcast, podcast adalah sebuah cara untuk menikmati konten menarik dari seluruh dunia secara gratis. Bagi penerbit podcast, podcast adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar.

Pada tahun 2001, Apple meluncurkan pemutar audio digital genggam pertama yang mereka namakan sebagai iPod. Pemutar audio digital tersebut merupakan pemutar yang paling popular pada kelasnya, dengan jumlah unit terjual sebanyak lebih dari 40 juta selama lima tahun. iPod pada generasi pertama memiliki kapasitas memori sebesar 5GB dan dapat menyimpan hingga 1.000 lagu. Kemudian iPod terus berkembang dengan bentuk yang lebih kecil namun dengan kapasitas memori yang lebih besar. Besarnya kapasitas yang mampu ditampung oleh sebuah podcast selain dapat dimanfaatkan sebagai media mengunduh dan menikmati musik, iPod memungkinkan untuk menyediakan bentuk media audio baru, yang kemudian disebut sebagai podcast (Rainsbury & Mcdonnell, 2006).

Perkembangan podcast ini sudah mulai banyak di Indonesia, namun tak sebegitu digandrungi seperti di Eropa dan Amerika. Tapi akhir akhir ini, podcast lagi banyak digandrungi oleh para millenial. Karena melalui podcast tersebut para anak muda ini dapat menyampaikan aspirasi dan keluh kesah, serta dapat memperbaiki kecakapan mereka dalam berbicara dengan sesamanya. Berbicara di podcast memang lebih nyaman daripada berbicara langsung dengan yang bersangkutan. Pasalnya di podcast kita bisa bebas menyampaikan aspirasi, keluh kesah, dan unek unek kita kepada siapapun. Jadi melalui podcast ini selain dijadikan sebagai media komunikasi juga bisa dijadikan sebagai media pendidikan bagi para pendengarnya. Podcast yang baik adalah podcast yang bisa membawa pendengar merasakan apa yang dirasakan oleh narasumber atau pembicara di podcast.

Dan bagi mereka yang gemar mendengarkan. Mereka akan menerima banyak hal dari mendengarkan podcast tersebut. Mereka bisa mendapatkan inspirasi dari cerita yang dibawakan dalam podcast tersebut. Mendengarkan podcast ini sebenarnya banyak manfaatnya, karena cerita cerita yang dibawakan disetiap episodenya berbeda dan sangat menginspiratif. Podcast ini sekarang juga sudah tersedia diberbagai platform platform, seperti spotify, apple podcast dan masih banyak lagi. Podcast ini sekarang juga bisa menghasilkan uang. Tak heran sekarang banyak pocaster yang bagus bagus di negeri kita ini. Sebut saja Dera Firmansyah dari Podcast Teman Tidur, Tsana dari Podcast Rintik Sedu, Bagas dari Podcast Kita dan Waktu, dan masih banyak lagi. Tak heran, para podcaster menjadikan podcast ini sebagai pekerjaan tetap mereka. Mereka hanya berbicara atau meneceritakan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain, kemudian dari situ mereka bisa mendapatkan sponsor yang bisa menghasilkan pundi pundi yang mengalir kedalam atm mereka.

Podcast ini sebenarnya hampir sama dengan radio. Yang membedakan, jika dipodcast audio tersebut bisa di edit terlebih dahulu sebelum di post, dan radio merupakan siaran live yang langsung mengudara. Tingkat kenyamanan dalam berbicara secara langsung dengan berbicara melalui media sangat jelas berbeda. Ya mungkin karena dalam pembuatan podcast ini diperlukan keheningan dan disitulah kita bisa mengeluarkan isi hati dan pikiran mereka. Tapi sayangnya, beberapa dari teman teman ini yang enggan membuat dan melakukan rekaman podcast, karena mereka menilai bahwa diri mereka sangat gagap dalam berbicara, apalagi berbicara didepan umum, dan dindengarkan oleh banyak orang. Padahal, kalau saja mereka mau  podcast ini bisa dijadikan kegiatan sampingan mereka saat merasa bosan atau mengisi waktu luang mereka di saat pandemic seperti ini. Karena dalam melakukan rekaman di podcast ini juga lumayan seru, karena kita bisa mendengarkan cerita dari teman teman kita, selain itu kita juga bisa memberi dukungan atau ikut berkomentar atas cerita atau masalah teman kita yang mau ceritanya diangkat menjadi bahan podcast.

 

 

Comments